Matematika Imlek Bangsa Tiongkok

Oleh: Nurwidiyanto

Ketua Tanfidziyah PCINU Tiongkok

NUTIONGKOK.COM- Dalam sistem penanggalan kalender Lunar Tradisional Tiongkok, perayaan tahun baru Imlek dimulai dihari pertama bulan pertama. Bagi warga Tiongkok tahun baru Imlek adalah perayaan tradisional yang paling penting di Tiongkok. Melewati perayaan tahun baru Imlek ini, setiap pintu rumah biasanya dipasang karakter huruf “福 “(dibaca: Fu)terbalik dengan maksut semoga datang keberuntungan di tahun yang baru.

Perayaan tahun baru Imlek tahun 2018 ini terasa semakin dekat saja. Setelah memasuki akhir bulan keduabelas dalam kalender penanggalan Tiongkok.. Orang-orang sudah mulai sibuk menyiapkan datangnya perayaan yang meriah ini. Namun, mereka yang berharap kedatangan tahun baru Imlek tahun ini merasakan bahwa perayaan tahun baru imlek yang jatuh pada tanggal 16 Februari 2018 lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenapa bisa demikian ya?

Seorang ahli Astronomi dari Tianjin Astronomical Society Zhi Heng Zhao menjelaskan bahwa negara Tiongkok saat ini menggunakan dua sistem penanggalan yaitu Kalender Matahari dan kalender Lunar Tradisional Tiongkok.  Tahun baru Imlek dalam sistem penanggalan kalender Lunar Tradisional Tiongkok setiap tahunnya tetap yaitu tanggal satu bulan pertama, tetapi berdasarkan sistem penanggalan kalender Matahari tiap tahunnya akan jatuh berbeda.

Sistem penanggalan pada kalender Matahari didasarkan pada pergantian musim yang dipengaruhi oleh pergerakan matahari dan bumi. Dalam satu tahun terdiri 365 hari dan tambahan satu hari untuk tahun kabisat. Kalender matahari akrab disebut dengan kalender Masehi atau kalender Syamsiah dalam Islam.

Berbeda dengan kalender Masehi yang banyak digunakan untuk kepentingan administrasi dibanyak negara, kalender Lunar Tradisional Tiongkok didasarkan pada revolusi bulan terhadap bumi. Satu putaran kalender lunar sama dengan 12 putaran revolusi bulan. Revolusi bulan berlangsung selama 29 hari 12 jam 44 menit 9 detik. Sehingga satu tahun lunar sama dengan 354 hari 10 jam 49 menit 48 detik atau 354,45125 hari. Sekitar 11 hari lebih sedikit dibandingkan dengan kalender Masehi.

Jika jumlah hari antara kalender Lunar Tradisional Tiongkok dan kalender Masehi terus ada selisih perbedaan, maka dipastikan akan muncul fenomena festival tahun baru Imlek terjadi di musim panas. Maka dari itu untuk membuat festival tahun baru Imlek dalam kalender Masehi tetap stabil, bangsa Tiongkok mengadopsi metode “ 19 Tahun 7 Bulan Kabisat”. Para ahli astronomi pada masa Dinasti Selatan dan Utara (hanzi: 南北朝,pinyin: Nanbei Chao) menemukan jika 19 tahun ditambah 7 bulan kabisat dengan 19 tahun Masehi hampir sama.

Karena berbeda sekitar 11 hari antara kalender lunar Tradisional Tiongkok dengan kalender Masehi, maka setelah melewati 3 tahun akan terjadi perbedaan sekitar 30 hari lebih. Oleh karena itu, setiap 3 tahun akan ditambah dengan satu bulan Kabisat untuk menghapuskan perbedaan selisih dengan kalender Masehi. Tahun yang seperti ini akan mempunyai 13 bulan, dimana jumlah hari dalam satu tahun seluruhnya ada 384 hari.

Perhitungan ringkasnya seperti ini, jika tahun Lunar sebelumnya tidak terdapat bulan Kabisat maka tahun baru Imlek berikutnya dibandingkan tahun sebelumnya lebih awal sekitar 11 hari. Jika tahun Lunar sebelumnya terdapat bulan Kabisat maka tahun baru Imlek berikutnya dibandingkan tahun sebelumnya lebih lambat sekitar 19 hari.

Karena dalam kalender Lunar Tradisional Tiongkok tahun 2017 (tahun Ayam) lalu terdapat bulan Kabisat, dimana total hari dalam setahun berjumlah 384 hari, lebih 19 hari dibandingkan dengan kalender Masehi. Sehingga tahun 2018 (tahun Anjing) perayaan tahun baru Imlek dibandingkan tahun sebelumnya lebih lambat sekitar 19 hari. Perayaan tahun baru Imlek pada tahun 2017 adalah tanggal 28 Januari, sedangkan perayaan tahun baru Imlek tahun 2018 jatuh pada tanggal 16 Februari.

Karena tahun 2018 (tahun Anjing) tidak terdapat bulan Kabisat, dimana jumlah hari dalam satu tahun 354 hari dan dibandingkan dengan kalender Masehi lebih sedikit 11 hari. Sehingga tahun 2019 (tahun Babi) perayaan tahun baru Imlek akan jatuh lebih awal yaitu  pada tanggal 5 Februari.

Sesuai perhitungan diatas, catatan sejarah Tiongkok menunjukkan bahwa perayaan tahun baru paling lambat pernah terjadi tanggal 20 Februari 1985 dan juga tanggal 19 Februari 2015. Jadi, tahun ini masih bisa dibilang bukan tahun baru Imlek yang paling lambat di abad ini. (Nurwidiyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ancaman Demokrasi

Mon Mar 5 , 2018
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email Oleh: Nurwidiyanto Ketua Tanfidziyah PCINU Tiongkok NUTIONGKOK.COM- Penggunaan media sosial yang marak berisi ujaran kebencian serta hoaks telah menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan proses demokrasi dan pelaksanaan Hak Asasi Manusia.

PENGURUS CABANG ISTIMEWA NAHDLATUL ULAMA TIONGKOK (PCINU TIONGKOK)

Sanlitun SOHO, Gongren Tiyuchang North Road, Chaoyang District, Beijing

Telp: +86 13086805547, +86 15507839941 Email: pcinu_tiongkok1926@yahoo.com REDAKSI: redaksi@nutiongkok.com