Efek “Trade War” U.S-Tiongkok Bagi Indonesia

Oleh: Calvin Graenaldi Chandra

Mahasiswa International Trade, Wuhan University of Technology

NUTIONGKOK.COM-Langkah “Trade War” yang dimulai oleh Presiden Amerika, Donald J Trump, banyak menuai pro dan kontra dari berbagai pihak terutama dari para pemimpin negara dan ahli ekonomi dunia. Perang tarif ekspor-impor ini lebih ditujukan kepada Republik Rakyat Tiongkok dan lebih menekankan komoditas besi dan alumunium. Amerika menuduh Tiongkok berperan besar dalam kelebihan cadangan besi dunia dan menjadikan Amerika sebagai tempat penampungan besi – besi tersebut, membuat harga besi impor di negeri Paman Sam tersebut lebih murah dibandingkan harga besi lokal, hal ini justru akan melemahkan pengusaha lokal dan mengancam keamanan di negara tersebut.

Dan DiMicco yang tergabung sebagai penasehat peraturan dagang dan negosiasi mengatakan bahwa keputusan ini berdasarkan section 232 of the US Trade Expansion Act of 1962 in its tarif proposal yang menyatakan apabila
Amerika tidak memiliki akses ke material yang menunjang keamanan nasional, maka negara memiliki izin untuk membuat trade barrier demi mendukung produksi dalam negeri. Kebijakan inilah yang membuat Amerika menaikan tarif impor besi dan alumunium menjadi 25 persen. Tidak hanya besi dan alumunium, pemerintah berencana memeriksa tujuh hingga sembilan industri lain semikonduktor.

Di sisi lain, Tiongkok membalas aksi tersebut dengan mempersiapkan kenaikan pajak sebesar 3 miliar dolar amerika untuk barang – barang impor dari Amerika. Keputusan menaikan pajak impor oleh Amerika diprediksi Joseph Stiglitz tidak akan memberikan efek yang signifikan bagi Tiongkok sebab dalam perdagangan internasional yang menggunakan dolar amerika sebagai mata uang, Tiongkok memiliki cadangan dolar terbesar sebanyak 3 triliun yang
dapat digunakan sebagai subsidi atau membantu impor komoditas – komoditas dari Amerika.

Tiongkok berharap untuk berkomunikasi lebih lanjut untuk menghentikan perang tarif yang dimulai oleh Amerika namun Tiongkok juga tidak takut jika ikut terlibat dalam perang tersebut, sebab kedudukan yang dimiliki oleh Tiongkok dinilai lebih kuat oleh beberapa ahli ekonomi, terlebih keputusan Trump dinilai sebagai salah satu bentuk kemunduran dimana seharusnya negara– negara mendukung kebebasan dagang dengan cara mengurangi pajak namun sebaliknya kebijakan ini lebih bersifat Protectionism

Imbas dari trade war tentu berdampak pada negara negara dunia tak terkecuali Indonesia. Perang tarif ini mengakibatkan kedua negara mengurangi jumlah ekspor – impor kuota sehingga memungkinkan untuk Tiongkok dan Amerika mencari negara lain sebagai substitusi. Indonesia bisa memposisikan dan mengambil untung dari perang dagang ini dengan memanfaatkan tarif ekspor – impor dari dan ke dua negara tersebut. Dengan cara ini banyak keuntungan seperti intensitas impor yang meningkat menjadikan barang semakin banyak dan harga semakin murah, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang baik demi mendukung pembangunan karena peningkatan ekspor-impor. Di sector manufaktur misalnya, dengan masuknya alumunium dan besi dari Tiongkok produsen domestik yang menggunakan barang tersebut sebagai bahan input dan proses akan mendapatkan harga yang kompetitif atau murah, sehingga dapat menekan biaya produksi.

Namun sebaliknya ada efek negatif seperti persaingan harga dengan produsen lokal karena banyaknya barang impor yg masuk, beberapa komoditas yang di impor oleh Tiongkok untuk dijual ke Amerika dan sebaliknya mengalami penurunan karena intensitas perdagangan yang menurun antara dua negara ini. Oleh karenanya meningkatkan level kompetitif pasar alumunium dan besi dalam negeri harus ditingkatkan. (icl)

Leave a Reply

Next Post

Negara Butuh Pendidik Berkualitas

Mon Apr 9 , 2018
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email Oleh: Hidayatur Rohmah Pengurus Syuriah PCI NU Tiongkok Mahasiswa S2 Jilin University NUTIONGKOK.COM-Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan bahwa; “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan […]

PENGURUS CABANG ISTIMEWA NAHDLATUL ULAMA TIONGKOK (PCINU TIONGKOK)

Sanlitun SOHO, Gongren Tiyuchang North Road, Chaoyang District, Beijing

Telp: +86 13086805547, +86 15507839941 Email: pcinu_tiongkok1926@yahoo.com REDAKSI: redaksi@nutiongkok.com