Negara Butuh Pendidik Berkualitas

Oleh: Hidayatur Rohmah

Pengurus Syuriah PCI NU Tiongkok

Mahasiswa S2 Jilin University

NUTIONGKOK.COM-Undang-Undang No. 20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan bahwa; “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Tujuan pendidikan dan tujuan negara ini sama dengan gagasan yang dikemukakan oleh Aristoteles, yaitu; “tujuan pendidikan haruslah sama dengan tujuan akhir dari pembentukan negara yang harus sama pula dengan sasaran utama pembuatan dan penyusunan hukum serta harus pula sama dengan tujuan utama konstitusi, yaitu kehidupan yang baik dan yang berbahagia (eudaimonia).” Jadi, tujuan pendidikan dan tujuan negara haruslah memiliki korelasi. Dengan demikian, Jika impelementasi pendidikan sudah sesuai dengan tujuan pendidikan dan negara, maka akan tercipta generasi bangsa yang tangguh dan mampu bersaing untuk mempertahankan derajat bangsa dan negara Indonesia. Sebab, maju dan tidaknya negara ini, berada ditangan generasi-generasi bangsa melalui pendidikan.

Bila ukuran keberhasilan suatu negara ditentukan dari kualitas pendidikan, maka ukuran keberhasilan pendidikan ditentukan oleh kualitas pendidik. Sebab, pendidik  dengan pendidikan merupakan dua elemen yang menentukan nasib bangsa ini. Pendidik berfungsi sebagai subjek dan pendidikan adalah metode yang dilakukan atau digunakan oleh subjek.  Ketika seorang pendidik mampu memberikan keteladanan yang baik dalam menjalankan proses pendidikan. Maka, tentu saja akan membuahkan hasil yang baik pula. Seorang pendidik akan didengarkan nasehatnya oleh murid ketika sang pendidik adalah orang yang mampu memberikan contoh yang baik dihadapan para muridnya

Pendidik memiliki peran yang sangat vital. Sebab, seorang pendidik memiliki peran yang sangat penting. Dengan melihat kemuliaan tugas seorang pendidik inilah, yang membuat Islam memberikan kehormatan yang luar biasa bagi para pendidik dengan sebutan pewaris Nabi. Hal ini mengingat pendidik adalah pemilik bahan ajar yang sangat penting untuk diketahui oleh seluruh umat manusia. Pendidik akan memperoleh kemuliaan apabila mampu menjalankan tugas profetik itu dengan baik, yakni sebagaimana para nabi memberikan pendidikan dengan tanpa mengharap imbalan.

Berbicara tentang peran pendidik, ada hal yang menarik yang perlu kita telaah bersama. Misalnya, ketika Jepang hancur di perang dunia ke-II, Kaisar Hirohito tidak bertanya berapa sisa persenjataan, atau berapa sisa makanan, atau berapa sisa harta, tapi dia bertanya masih berapa guru atau pendidik yang tersisa. Pertanyaan yang luar bisa yang disampaikan oleh Kaisar Hirohito di atas memberikan pencerahan bagi kita.  Bahwa ketika negara mengalami kehancuran dan kebrobokan, maka yang diharapkan mampu mengembalikan kejayaan suatu negara adalah pendidik berkualitas yang mampu menempa para generasi bangsa untuk menjadi penyelamat dan pemimpin negara kelak.

Maka, tidak heran bila saat ini Jepang menjadi negara yang maju. Hal itu disebabkan Jepang memiliki para pendidik yang berkualitas. Lalu bagaimana dengan Indonesia yang menempati urutan dua belas dari tiga puluh empat negara dengan kategori kualitas pendidikan rendah? Ditambah lagi dengan maraknya kasus yang menimpa negara ini.

Untuk menjawab pertanyaan tentang kondisi Indonesia di atas sebenarnya tidak begitu sulit. Sebab, permasalahan itu terjadi dikarenakan lemahnya pendidikan di bangsa ini. Untuk itulah, negara Indonesia membutuhkan sistem pendidikan dan tenaga pendidik yang benar-benar mampu bekerja dengan baik. Apabila hal itu bisa dimiliki oleh Indonesia, bukan tidak mungkin negara ini akan menjadi negara yang hebat. Seorang pendidik yang berkualitas sangat dibutuhkan oleh bangsa ini, sebagai media untuk mencerdaskan rakyat Indonesia.

Kompetensi Pendidik

Untuk mewujudkan terciptanya pendidik yang berkualitas. Maka, syaratnya adalah dengan menjalankan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 tahun 2007. Bahwa pendidik harus mempunyai standar kualifikasi akademik dan kompetensi. Dengan adanya standar kualifikasi akademik dan kompetensi yang harus dimiliki oleh pendidik, diharapkan pendidik  mampu melakukan peningkatan kualitas pengembangan kurikulum dan peserta didiknya. Pendidik yang berkualitas harus memiliki beberapa kompetensi yang harus dipersiapkan, agar proses pengajaran di sekolah berjalan dengan lancar.

Pertama, kompetensi padegogik.  Pendidik harus mampu membaca karakteristik dari peserta didik melalui berbagai aspek fisik, spiritual, sosial, kultural, dan emosional. Kedua, kompetensi kepribadian.  Pendidik mampu menjadi suri tauladan sesuai dengan norma agama, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. Ketiga, kompetensi sosial. Seorang pendidik selayaknya memiliki sikap sportif dan tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik karena  pertimbangan jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status sosial. Keempat, kompetensi profesional. Seorang pendidik seharusnya mampu menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuwan yang mendukung proses pendidikan.

Dengan empat kompetensi di atas diharapkan pendidik akan mampu menciptakan generasi bangsa yang berkualitas. Perlu diketahui bahwa dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, tidak hanya kapasitas keilmuan yang baik saja yang harus dipenuhi, tetapi pendidik juga harus mampu mempraktikkan pengetahuan yang dimiliki itu ke dalam bentuk tindakan sekaligus mengajak dan memberikan keteladanan kepada peserta didik agar ikut serta dalam mempraktikkan ilmu yang dimilikinya.

Pengetahuan yang tidak diimplementasikan, tidak akan memiliki nilai fungsional. Dalam konteks tersebut, pendidikan tentang apa pun harus memiliki dorongan untuk membuat orang-orang yang terdidik untuk melakukan tindakan nyata yang didasarkan kepada akhlak mulia. Dengan demikian, ilmu pengetahuan tidak membuat “pemiliknya” sebagai perusak dunia, akan tetapi menjadikannya sebagai pahlawan dunia. Wallahu a’lam bi al-shawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kiai Kholilurahman Telah Berpulang Ke Rahmatullah

Wed Apr 11 , 2018
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email إنَّا لله وَإِنّآ إِلَيْهِ رٰجِعُــون اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ […]

PENGURUS CABANG ISTIMEWA NAHDLATUL ULAMA TIONGKOK (PCINU TIONGKOK)

Sanlitun SOHO, Gongren Tiyuchang North Road, Chaoyang District, Beijing

Telp: +86 13086805547, +86 15507839941 Email: pcinu_tiongkok1926@yahoo.com REDAKSI: redaksi@nutiongkok.com