PERMUSIM, PCI NU TIONGKOK, DAN JAMA’AH AL-HASANAH MEMPERINGATI ISRA’ MI’RAJ

Oleh: Su’ud Tasdiq
Katib Syuriah PCINU Tiongkok
Mahasiswa S2 University of Finance and Economic Shanghai

NUTIONGKOK.COM-Perhimpunan Mahasiswa Muslim Indonesia di Shanghai (PERMUSIM) bersama Pengurus Cabang Istimewa NU Tiongkok dan Jama’ah al-Hasanah mengadakan peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Huxi (15/4). Acara tersebut diikuti sekitar 40 orang.

Peringatan Isra’ Mi’raj dilaksanakan dengan tujuan untuk mengambil pelajaran dari peristiwa besar yang pernah dialami oleh Nabi Muhammad Saw. Hal itu diungkapkan oleh Fauzan, ketua Permusim saat menyampaikan sharing rohani. “Kita bisa mengambil pelajaran banyak dari Isra’ Mi’raj. Perjalanan spritual yang mana Allah memperlihatkan langsung kepada Nabi peristiwa luar biasa”, tutur Fauzan.

Fauzan juga menyampaikan agar menghormati guru yang telah memberikan ilmu walupun satu huruf. “kita harus memuliakan dan menghormati guru yang telah mengajarkan ilmu kepada kita. Dengan ilmu itu kita akan diangkat derajat kita oleh Allah. Seperti yang dijelaskan dalam kita ta’lim al-muta’allim yang cara menghoramati tidak hanya guru saja, tapi beserta keluarga guru kita”, ungkap pemuda yang juga merupakan angggota LDMI PCI NU Tiongkok.

Sovi sebagai pembina jama’ah al-Hasanah saat memimpin tartil dan tadabbur al-Qur’an surat al-Isra’ ayat 1 juga memberikan himbauhan afar kita senantiasa menjalankan shalat yg merupakan kewajiban muslim. Selain itu, shalat ini merupakan oleh-oleh yang dibawa nabi saat usai melakukan isra’ mo’raj.

“Dengan peringatan ini, mengingatkan kita agar selalu menjalankan perintah shalat yang merupakan perintah Allah yang disampaikan nabi saat selesai melakukan isra’ Mi’raj. Shalat sebagai wujud ketaqwaan kita. Dan perlu diingat bahwa shalat merupakan amalan yang akan ditanyakan pertama kali saat kita dihisab”, ungkap Sovi kepada jama’ah.

Diakhir acara sebelum penutupan,  diadakan tanya jawab seputar isra’ Mi’raj dan kehidupan sehari-hari. Jama’ah terlihat  antusias dengan banyak pertanyaan yang disampaikan dan dijawab langsung oleh Ustadz Su’udut Tasdiq. Pengajian pun berjalan dengan hikmat.

Peringatan Isra’ Mi’raj diawali dengan Bacaan surat yasin bersama, tartil dan tadabbur ayat, shalawatan, sharing rohani, dan ditutup dengan do’a. Acara ini merupakan acara kedua peringatan Is’ra Mi’raj di Shanghai dan akan menjadi acara rutin setiap tahunnya.

Leave a Reply

Next Post

Susunan Wirid Hari Jumat Imam al-Ghazali

Thu Apr 26 , 2018
Nutiongkok.com-Dalam Bidâyatul Hidâyah, Imam Abu Hamid al-Ghazali menyebut hari Jumat sebagai hari raya kaum mukmin (‘îdul mu’minîn)—pernyataan ini selaras dengan hadits riwayat Imam Thabrani. Kemuliaan terhampar luas yang memang disediakan khusus oleh Allah untuk hamba-hamba-Nya. Jumat, lanjutnya, juga merupakan saat-saat tepat dan penting bagi umat untuk memanjatkan doa. Salah satu […]