BERBICARA DAN BERZIARAH DI KOTA TUA CHINA

Pemerintah Provinsi Fujian, China, melalui Fujian Province Association for Friendship with Foreign Countris menggelar Simposium Budaya Islam China dan Indonesia pada 25-27 September kemarin. Acara berlangsung di Huaqiao University, kampus Quanzhou. Mengundang sekitar 30 peserta dari Indonesia dan China. Dari Indonesia ada delegasi dari PBNU, Muhammadiyah, Rektor UIN Surabaya Prof. Masdar Hilmy, Rektor UNUSIA Jakarta Prof. Maksum Mahfudz, UMY Jogja Prof. Hilman Latief, LIPI dan PWNU Jawa Timur dipimpin oleh Prof. Abdul Ala dan Gus Reza Ahmad Zahid.

Dari China,  ada beberapa Profesor ahli sejarah dan HI dari kampus2 ternama seperti Jilin University, Sun Yat Sen University, Huaqiao University dan Xiamen University.

Saya, adalah satu2nya peserta dari mahasiswa dan tinggal di China.

Saya berbicara dengan tema Diplomasi Masjid. Empiris. Terinspirasi oleh Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang. Melalui peran santrinya yang ke China. Dalam konteks hubungan people-to-people Indonesia dan China sejak tahun 2011 di level pelajar. Bergerak mulai dari awal PPI Tiongkok. Pendirian Pusat Pengembangan Budaya Islam-China di Semarang. Peran terbentuknya NU Tiongkok pada 2017, dan terakhir, Santri yang menjadi pengajar mata kuliah Bahasa dan Budaya Indonesia pada mahasiswa S2 di kampus di Wuhan. Kesimpulannya: Mereka melakukan silaturahim dan ukhuwah lintas bangsa, lintas suku, agama dan masyarakat. Yang dalam ilmu Hubungan Internasional, mereka telah melakukan Diplomasi Budaya. Membangun kesadaran dan kesepahaman bersama untuk perdamaian. Seperti apa yang pernah Chengho lakukan dalam pelayarannya ke Nusantara dulu kala.

Peninggalan Islam di Quanzhou

Quanzhou, Provinsi Fujian, China bagian timur adalah satu dari tiga kota pelabuhan bersejarah di pesisir di China yg menjadi persinggahan muslim Arab dan Persia ke China, dimulai di era Dinasti Tang sekitar abad 6 masehi.

Kota ini menjadi penanda penting bagaimana Islam masuk ke daratan China lewat jalur laut selain Guangzhou, dan Yangzhou.

Quanzhou atau orang Arab dulu menamakan kota Zaitun, terdapat banyak sekali peninggalan islam. Yang sangat terkenal adalah komplek makam muslim yg di dalamnya terdapat salah satu makam sahabat Rasul yg dalam mandarin disebut Quanzhou Yisilan Shengmu (泉州伊斯兰圣墓). Selain itu ada masjid Qingjing (清净寺) Dibangun pada tahun 1009 masehi. Komplek makam islam dan masjid Qingjing menjadi salah satu warisan budaya islam yg menjadi cagar budaya pemerintah.

Masjid Qingjing yg luasnya sekitar 2500 meter persegi. Satu2nya masjid tua yg berarsitektur Arab di China. Menjadi masjid penting di era Dinasti Ming. Saat banyak peperangan dan kerusakan dimana-mana. Kaisar ketiga dinasti Ming, Huang Zhu Di, menerbitkan fatwa kekaisaran tentang perlindungan masjid dan islam di China. Bahwa masjid Qingjing dan masjid di Fuzhou, adalah masjid yg dilindungi oleh Kaisar, siapapun dilarang merusaknya. Hukuman tegas akan berlaku. Fatwa ini terpahat di prasasti batu granit di dua masjid tersebut hingga sekarang.

Masjid ini sudah tiga kali dipugar.

Sisa bangunan Masjid yang pertama masih ada dlm bentuk tiang dan dinding batu. Atapnya sudah runtuh karena gempa. Pembangunan masjid baru tahap dua dan terakhir yg ketiga, yg digunakan ibadah sekarang. Dibangun berderet sebelahan di kanan masjid lamanya. Kami bertemu Imam Masjid bernama Ma Ahong, yg sudah 10 tahun menjadi penanggung jawab sekaligus pemimpin di masjid tsb.

Sementara dua makam Sahabat Rasul, terletak di atas bukit, sekitar tujuh kilometer dari Masjid Qingjing. Banyak sekali tokoh2 muslim di dunia yg pernah berkunjung disini menyempatkan berziarah. Dokumentasi foto banyak dipajang di gedung ruang eksibisi makam islam Quanzhou. Gedung itu terletak sebelum masuk komplek makam. Selain itu, pemerintah setempat juga membangun museum islam  bernama Islamic Culture Exhibition. Yang berisi sejarah masuknya islam dan Arab di Quanzhou. Hingga eksis sampai sekarang.

(Ahmad Syaifuddin Zuhri, Wakil Rois Syuriyah PCINU Tiongkok dan Mahasiswa PhD Central China Normal University, Wuhan, China)

Next Post

HARI SANTRI NASIONAL 2019

Wed Oct 9 , 2019
RAMAIKAN DAN IKUTI Peringatan HARI SANTRI NASIONAL 2019 “Santri Indonesia untuk perdamaian dunia” PCINU Tiongkok mengadakan Lomba MTQ & MQK Internasional Online Webinar Hari Santri Pengajian Umum Jangan lupa catat tanggalnya dan ikuti yaa. Info lebih lanjut hubungi Faishol (+86 178 0805 2423) Minhajul (+62 857 0111 0373 Untuk Ketentuan […]