NIHAO RAMADAN

Hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok telah berumur 70 tahun. Dalam perjalanan hubungan ini telah diwarnai berbagai macam dinamika dan hasil yang sangat positif. Hasil-hasil tersebut adalah upaya dari berbagai pihak yang saling mendukung satu sama lain. Termasuk dalam rangka berjuang Bersama dalam menghadapi wabah Covid19 atau Corona Virus yang saat ini sedang melanda kedua negara dan seluruh negara di Dunia telah memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Selain itu pamdemi ini juga telah menghancurkan perekonomian ekonomi baik domestik maupun global. Namun sebagai pamdemi ini tidak boleh menghentikan laju pergerakan anak muda untuk terus berkarya. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Tiongkok terus bergerak menjalankan misinya sebagai generasi intelektual dalam rangka memajukan masyarakat menuju Indonesia yang maju dan bermartabat.
Dalam memupuk hubungan persahabatan kedua belah negara ini dapat diisi dengan cara saling mendukung untuk pengembangan masyarakat. Bahwa membangun negara yang maju, terdepan, dan mampu menerjang segala polemik serta isu di zaman disrupsi ini, sumber daya manusia yang berkualitas unggul dan berdaya saing tinggi menjadi modal utama negeri ini. Sumber daya manusia yang dibutuhkan adalah generasi penerus bangsa yang memiliki intelektualitas, berakhlak mulia, dan berani. Generasi penerus bangsa inilah yang akan menjadi Agen Perubahan Nasional yang sangat dibutuhkan negeri ini dalam menyambut Indonesia Emas 2045.
Kesempatan besar itu salah satunya adalah Perkembangan Teknologi sebagai tulang punggung Ekonomi Digital Indonesia saat ini. Perkembangan teknologi telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam 1 dekade terakhir khususnya dalam dunia bisnis dan industri. Kemunculan perusahaan berbasis teknologi di Indonesia bahwa sudah sangat variative seperti Fintech, Marketplace, EduTech, Ride Hailing. Menurut data dari World Market Monitor, Ekonomi digital diproyeksikan menyumbang USD 115 milliar atau 9.5 % terhadap pendapatan domestic Bruto di Indonesia pada tahun 2025. Teknologi juga telah membuktikan menjadi instrumen yang sangat penting disaat pendemi Covid19 ini terjadi.
Namun hal tersebut bukan tanpa tantangan, salah satunya adalah minimnya telenta teknologi Indonesia. Menurut data McKinsey and Company, Indonesia kekurangan 600 ribu talenta digital setiap tahunnya dan diprediksi menjadi 9 juta orang pada tahun 2030. Fakta ini kemudian menjadi pekerjaan rumah tersendiri khususnya Kementerian Pendidikan dan seluruh ekosistem Pendidikan di Indonesia untuk beradaptasi dengan perkembangan saat ini.
Menyambut bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan menimbang tantangan diatas Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Tiongkok menggelar program “Nihao Ramadhan”. Nihao Ramadhan adalah sebuah program selama bulan Ramadhan yang berisi rangkaian program pengembangan soft skill dan hard skill seperti Ngaji Mandarin, Ngaji Coding X Axar School,Jelajah Islam di Tiongkok, Ngobrol Bareng Dubes,Ngaji Arbain Nawabi Bersama Ustadz Syifa,Khataman Al-Qur’an, Takbir dan Halal Bihalal Online PCI NU Tiongkok x PCINU NZ.
Program ini akan dilaksanakan melalui online platform untuk menjangkau peserta lebih banyak dan menyesuaikan dengan keadaan terkini. Kami berharap banyak pihak yang dapat terlibat untuk mensukseskan program Nihao Ramadhan.

pcinutiongkok

Next Post

Ngaji Coding: Kolaborasi Apik Pengembangan Santri di Bidang Teknologi

Sun May 10 , 2020
Jakarta, 10 Mei 2020 – Kick off, program pelatihan koding bagi santri pesantren “Ngaji Coding” upaya kolaborasi Axar School, PCI NU Tiongkok dan AIS Nusantara secara resmi dimulai hari ini. Sejak dibuka dua minggu lalu, Program Ngaji Coding batch 1 akhirnya dimulai hari ini. Sambutan para santripun sangat tinggi, santri […]