PCINU Tiongkok Gelar Webinar Kerjasama Internasional COVID-19

“Fokus pemerintah RI adalah perlindungan dan menyelamatkan warga Negara Indonesia di dalam negeri maupun di luar negeri dan berperan juga dalam kesehatan masyarakat global” Ujar M. Fadjroel Rachman, Juru Bicara Presiden RI dalam Webinar Seri 2 PCINU Tiongkok yang bertema Indonesia dan Kerjasama Internasional dalam Penanganan COVID-19 yang diselenggarakan secara daring pada Jumat (3/7) sore kemarin.

Webinar yang dimoderatori oleh Ahmad Syaifuddin Zuhri, mahasiswa Doktor Central China Normal University, Wuhan, dan disiarkan lewat Zoom Cloud Meeting, Youtube 164 Channel PBNU dan Facebook PCINU Tiongkok itu dihadiri sekitar 500 peserta. Menghadirkan pembicara Juru Bicara Presiden RI, M Fadroel Rahman, Imron Rosyadi Hamid dan Andy William Sinaga.

Fadjroel Rahman menambahkan, bahwa pemerintah RI dalam konteks pandemi global COVID-19 menekankan dalam empat hal, Kerjasama yang mencakup penanganan dampak ekonomi, kesehatan dan pengembangan vaksin atau obat, kemitraan dengan Negara berkembang, dan Solidaritas Politik antar Negara.

Kerjasama Indonesia juga tidak hanya dilakukan oleh antar pemerintah dengan pemerintah Negara lain. Tapi juga mendorong kepedulian antar masyarakat global, seperti bantuan alat kesehatan dari komunitas masyarakat dan organisasi warga Tiongkok ke Indonesia.

Tak hanya itu, peran komunitas Diaspora Indonesia di luar negeri juga cukup tinggi baik dalam bantuan materil maupun non materil selama pandemi masih berlangsung. Hal itu membuktikan akan masih kuatnya nilai gotong royong masyarakat yang menjadi ciri khas nilai luhur bangsa Indonesia. Pernyataan yang senada diungkapkan oleh Andy William Sinaga, Asisten Staf Ahli Kemenaker yang berbicara terkait program Diaspora Indonesia di luar negeri dengan Kemenaker dalam Diaspora Peduli.

Imron Rosyadi Hamid selaku Rois Syuriyah PCINU Tiongkok, yang juga kandidat Doktor Hubungan Internasional di Jilin University Changchun, mengatakan bahwa isu utama global dalam penanganan COVID-19 setidaknya ada beberapa hal. Seperti dalam keamanan terkait  isu perbatasan (border line), pembatasan (restriction) konektifitas antar negara baik melalui darat, laut dan udara, dan cyber security. Isu ekonomi yang berdampak terganggunya ekspor-impor, supply chain bahan baku industri, pariwisata, isu tenaga kerja asing, dan sebagainya.

Ia juga menambahkan bahwa peluang Indonesia sebagai negara anggota G20 yang memiliki hubungan baik dengan seluruh kekuatan ekonomi dunia termasuk Amerika dan Tiongkok perlu melakukan terobosan kerjasama penanganan Covid-19.

Beberapa negara di ASEAN, telah berhasil menekan penyebaran covid-19. Indonesia bisa melakukan kolaborasi dan joint planning baik melalui mekanisme bilateral maupun multilateral dalam penanganan pandemi Covid-19.

Disamping isu kesehatan,  Pemulihan sektor ekonomi akibat Covid-19 perlu menjadi prioritas kerjasama dengan negara-negara partner. Sementara Tantangannya adalah Covid-19 menjadi antidote dari globalisasi dengan menguatnya isu nasionalisme, isolationisme, bahkan xenophobia.

Penanganan Covid-19 memerlukan dua cara, jangka panjang dan jangka pendek, mengingat belum ditemukannya vaksin. Belum ditemukan cara paling jitu yang dilakukan sebuah negara untuk mengatasi penyebaran virus Corona. Amerika Serikat yang memiliki infrastruktur kesehatan dan teknologi yang maju justru menjadi negara dengan tingkat kasus penularan dan kematian yang cukup tinggi, tambah Imron dalam memungkasi diskusi tersebut. (Zuhri)

pcinutiongkok

Next Post

Sertikat Webinar "Indonesia & Kerjasama Internasional Penanganan CoVid-19"

Fri Jul 10 , 2020
Yth. Para Peserta Webinar Terima kasih atas partisipasinya dalam acara Webinar “Indonesia & Kerjasama Internasional Penanganan Covid-19” yang diadakan oleh PCINU Tiongkok pada tanggal 03 Juli 2020. Adapun Sertifikat Webinar dapat didownload pada link dibawah dengan urutan sesuai Absensi Peserta Webinar yang tertera di Microsoft Excel. Terima kasih,Panitia WebinarPCINU Tiongkok […]