PCINU TIONGKOK IKUT MERAMAIKAN HARLAH KE- 96 NAHDLATUL ULAMA

Changchun, NUTiongkok

Sesuai dengan instruksi Pegurus Besar Nahdlatul Ulama, Sabtu pagi 23 Maret 2018 PCINU Tiongkok melaksanakan kegiatan Istghotsah, Tahlil, dan pembacaan Sholawat Asyghil dalam rangka memperingati Harlah ke-96 Nahdlatul Ulama. Acara tersebut berbarengan dengan Kegiatan rutinan Khatmil Qur’an Bulanan, dimana sebelumnya warga Nahdliyin di Tiongkok telah mengkhatamkan 30 juz Al Qur’an yang dibaca secara online bersama-sama.

Kegiatan ini diadakan di kediaman Katib Syuriah PCINU Tiongkok Kiai Suud Tasdiq, Changchun China. Mengutip perkataan Kiai Imron selaku Rois Syuriah bahwa Changchun itu seperti Jombangnya Indonesia, dimana kota Changchun menjadi cikal bakal pendirian organisasi Cabang Istimewa NU di negeri tirai bambu. Tiga orang pimpinan PCINU Tiongkok mulai dari Rois Syuriah, Katib, dan Ketua Tanfidziyah saat ini berdomisili di kota tersebut.

Diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Mohammad Sayyidat Tohirin salah satu pengurus PCINU Tiongkok yang pernah menjuarai MTQ cabang tilawah se Jawa Tengah. Kemudian dilanjutkan Erlina Anggraini anggota Muslimat NU Tiongkok memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathan menambah semarak acara tersebut.

Dalam sambutannya ketua tanfidziyah PCINU Tiongkok Kang Nurwidiyanto menghimbau kepada seluruh pengurus PCINU Tiongkok untuk bersyukur dan bangga telah menjadi bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. “Sebagai pengurus NU Tiongkok kita harus bangga tidak perlu kecil hati, karena kita adalah penerus perjuangan para ulama” ujar dia.

Selain itu dalam momentum Harlah NU ke-96 ini, kang widi juga berharap PCINU Tiongkok bisa menjadi menaranya ilmu, sehingga dapat memancarkan spirit atau semangat Islam yang Rahmatan lilalamin. Kang widi mengajak seluruh kader untuk tetap sholid dan bersama-sama membangun NU Tiongkok.

Selanjutnya KH Imran Rosyadi Hamid selaku Rais Syuriah PCINU Tiongkok berharap keberadaan PCINU Tiongkok bisa menggambarkan dan menyampaikan Islam yang damai dan ramah di dunia internasional, apalagi setelah baru-baru ini terjadi berbagai aksi kekerasan terorisme seperti di Selandia baru dan di Eropa.

Beliau juga mengatakan sebentar lagi PCINU Tiongkok akan menerbitkan buku yang berjudul “Islam, Indonesia, dan China” yang berkerja sama dengan penerbit Aswaja Nusantara Press Jogjakarta. “Buku yang ditulis oleh para santri di Tiongkok ini merupakan jawaban sebagai penyeimbang terhadap isu-isu keislaman yang muncul di Tiongkok” ujar beliau. Kiai Imron juga mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan dari KBRI Beijing sehingga buku tersebut bisa segera dicetak dan diterbitkan.

Di akhir sambutannya, Kiai Imron memimpin langsung pembacaan shalawat Asyghil sebanyak tiga kali yang diikuti oleh seluruh jamaah yang hadir. Acara berikutnya pembacaan Khatmil Qur’an dipimpin oleh Katib Syuriah PCINU Tiongkok Kiai Suud Tasdiq dan dilanjutkan Istighotsah Tahlil oleh kang Faishol Firdaus selaku Wakil Ketua Tanfidziyah. Kemudian acara di tutup oleh pembawa acara Kang Fathur Rozi.

Kami juga mengadakan diskusi singkat dan menyepakati dalam muktamar NU kedepan PCINU Tiongkok akan mengusulkan agar istilah Istimewa dalam penyebutan PCINU untuk diganti dengan kata International. Karena menurut kami istilah Istimewa tidak relevan seolah-olah PCINU itu diistimewakan. Sehingga kata International menurut hemat kami lebih cocok dipakai untuk menggantikan kata istimewa. (Nurwidiyanto)

Khususnya di Kota Beijing sendiri diadakan di Apartemen Sanlitun Soho , acara diawali oleh sambutan tuan rumah, Bapak Fahmi selaku Wakil Rois Syuriah PCINU Tiongkok dan dilanjutkan dengan pembacaan doa untuk keselamatan negeri Republik Indonesia menjelang Pilpres. (M. Syafingul Umam)

pcinutiongkok

Leave a Reply

Next Post

STUDY BANDING PELAJAR TIONGKOK, PBNU, MUHAMMADIYAH DAN PERWAKILAN DARI MABES POLRI DALAM MENYIKAPI ISU MUSLIM DI XINJIANG

Tue Mar 26 , 2019
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing. Rombongan dari perwakilan Mabes Polri, PBNU, Muhammadiyah dan beberapa ormas Indonesia pada Senin (25/3/2019) kemarin datang ke KBRI Beijing dan mengadakan diskusi dengan tema “Mabes POLRI dan Ormas-ormas Indonesia dalam menyikapi isu Muslim Xinjiang”. Kedatangan mereka ke KBRI Beijing ini adalah salah satu rangkaian […]