STUDY BANDING PELAJAR TIONGKOK, PBNU, MUHAMMADIYAH DAN PERWAKILAN DARI MABES POLRI DALAM MENYIKAPI ISU MUSLIM DI XINJIANG

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing.

Rombongan dari perwakilan Mabes Polri, PBNU, Muhammadiyah dan beberapa ormas Indonesia pada Senin (25/3/2019) kemarin datang ke KBRI Beijing dan mengadakan diskusi dengan tema “Mabes POLRI dan Ormas-ormas Indonesia dalam menyikapi isu Muslim Xinjiang”.
Kedatangan mereka ke KBRI Beijing ini adalah salah satu rangkaian agenda dalam rangka kunjungan studi banding ke Tiongkok.

Diskusi diawali dengan pemaparan dari salah satu perwakilan dari Mabes Polri Jakarta yang membuka kegiatan diskusi dengan isu-isu yang terkait dengan muslim Uighur di Propinsi Xinjiang. Dan mengkonfirmasi isu tersebut pada hadirin yang datang, khususnya sebagian besar pelajar Indonesia di Tiongkok yang diundang dalam diskusi tersebut.
Dalam sesi tanya jawab kepada mahasiswa. Selain pelajar Indonesia di Tiongkok. Acara itu juga mengundang perwakilan dari beberapa ormas-ormas yang ada di Tiongkok seperti PCINU, PCI Muhammadiyah, Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Tiongkok (PERMIT-PPIT) Beijing, dan lainnya.

Sehari sebelum acara diskusi, rombongan POLRI dan Ormas, seperti NU, Muhammadiyah, dan lain-lain terlebih dahulu melakukan study banding ke Xinjiang.

Menurut Kyai Tembari, perwakilan dari LBM PBNU yang berasal dari Tegal, yang mengikuti studi banding tersebut, mengatakan bahwa “Studi banding dilakukan untuk mengetahui secara langsung dan melihat fakta sebenarnya tentang isu-isu Xinjiang yang perbincangkan”.

 

”Acara dimulai dengan paparan yang disampaikan oleh peserta rombongan, kemudian satu persatu ormas islam yang hadir diberi pertanyaan mengenai sikap terhadap isu Muslim Xinjiang” ungkap Syafingul Umam sebagai peserta perwakilan PCINU Tiongkok.
Menurut M. Syafingul Umam “PCINU Tiongkok berani mengambil sikap tetap tenang dalam menanggapi isu-isu tersebut karena sesuai data yang kami terima, bahwasannya isu-isu tersebut hanya hoax belaka yang digunakan oleh kelompok kelompok tertentu untuk tujuan politik. Apalagi faktanya mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim sehingga ketika di serang dengan isu-isu seperti ini, Indonesia akan melakukan aksi berupa simpati kepada sesama muslim. Nah tentunya isu isu seperti ini akan menjadi senjata bagi orang orang yang bertindak gegabah tidak didasari dengan fakta”
Mahasiswa yang sedang studi master di Beijing Sport University Fakultas Human Kinesiology and Science ini juga menambahkan bahwa, Tidak ada larangan dalam hal melakukan ibadah di Tiongkok dalam kesehariannya, karena setiap hari saya sholat magrib dan isya di masjid juga tidak ada masalah khususnya di Beijing, pemerintah China sendiri sudah membuat peraturan bahwa setiap orang boleh melakukan kegiatan agama asalkan tetap di dalam ruangan atau tempat ibadah, bukan di tempat tempat umum secara terbuka.

pcinutiongkok

Leave a Reply

Next Post

Penganugrahan Gelar Doktor Kehormatan Bidang Tafsir Gender, DR (HC) KH. Husein Muhammad

Wed Mar 27 , 2019
PCINU TIONGKOK mengucapkan selamat atas penganugrahan gelar doktor kehormatan bidang tafsir gender DR. (HC) KH. HUSEIN MUHAMMAD Email https://nutiongkok.com/2019/03/26/study-banding-pelajar-tiongkok-pbnu-muhammadiyah-dan-perwakilan-dari-mabes-polri-dalam-menyikapi-isu-muslim-di-xinjiang/#bW1leHBvcnQxNTU Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email