PCINU TIONGKOK MENGUSULKAN DEBAT CAPRES KEEMPAT MENGANGKAT ISU HUBUNGAN INDONESIA-TIONGKOK

PCINU TIONGKOK USUL MATERI RI-RRT PADA DEBAT CAPRES KEEMPAT

Perwakilan Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCI NU) Tiongkok baru-baru ini secara resmi mengusulkan ke Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) untuk memasukkan isu hubungan Indonesia – Tiongkok ke dalam salah satu sub tema dalam debat Capres putaran ke-empat. Tema utama dalam debat Capres keempat adalah Ideologi, Pemerintahan, Hukum dan Keamanan serta Hubungan Internasional. Debat tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu, 30 Maret 2019.

Rombongan PCINU Tiongkok dipimpin langsung oleh Rois Syuriah KH Imron Rosyadi, M.Si, serta Ketua Tanfidziyah Nurwidiyanto beserta beberapa pengurus lainnya. Mereka diterima langsung oleh Ketua KPU Arief Budiman beserta Komisioner KPU, yaitu Hasyim Asyari dan Wahtu Setiawan di kantor pusat KPU di jalan Jl Imam Bonjol No. 29 Jakarta 10310.

PCINU Tiongkok Meminta KPU untuk memasukkan Isu Hubungan Indonesia – Tiongkok karena beberapa alasan, pertama, Isu ini sempet menjadi perbincangan hangat di masyarakat dan menjadi perhatian masyarakat luas. Kedua, banyak sekali informasi yang beredar di masyakarat tentang isu-isu hoax yang mengganggu kenyamanan masyarakat dan terutama para pelajar Indonesia di Tiongkok. Ketiga, Tiongkok merupakan mitra strategis Indonesia terutama di bidang ekonomi karena menjadi pasar ekspor terbesar Indonesia. Informasi ini sangat perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia dan dunia Industri terutama dari sumbernya langsung yaitu Calon Presiden yang akan membuat kebijakan ke depan.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan juga mengucapkan terima kasih kepada PCINU Tiongkok yang sudah memberikan masukannya, karena KPU terbuka dan membutuhkan masukan dari masyarakat agar pesan dan kebutuhan masyarakat bisa tersampaikan dalam debat tersebut. Sedangkan Ketua KPU juga mengatakan bahwa KPU selalu terbuka atas masukan dari masyarakat, organisasi ataupun LSM yang akan menyampaikan masukkannya kepada KPU dan akan menyampaikanya kepada para panelis debat.

Berikut ini isi surat lengkap masukan PCINU Tiongkok yang diberikan kepada KPU RI :PRESS RELEASE

No. 04/PCINUT/03/2019PCINU TIONGKOK MENGUSULKAN DEBAT CAPRES KEEMPAT MENGANGKAT ISU HUBUNGAN INDONESIA-TIONGKOK

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.Salam silaturrahim teriring do’a kami sampaikan semoga Bapak/Ibu senantiasa dalam lindungan-Nya, serta selalu mendapat keberkahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Aamiin.

Berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan Presiden RI periode 2019-2024, maka PCINU Tiongkok mengusulkan agar tema kebijakan luar negeri, khususnya mengenai hubungan Indonesia dan Tiongkok dapat dibedah secara lebih mendalam oleh para Capres RI dengan pertimbangan sebagai berikut:

1. Dalam isu hubungan Indonesia-Tiongkok telah muncul pemberitaan dan informasi yang manipulatif bahkan insinuatif yang bisa merugikan hubungan kedua negara termasuk menganggu kondisi psikologis mahasiswa dan pelajar kita yang sedang belajar di Tiongkok.

2. Rakyat Indonesia perlu mengetahui visi dan misi para Capres secara utuh sehingga terhindar dari upaya-upaya pihak tertentu yang ingin menggunakan isu yang berkaitan dengan hubungan Indonesia-Tiongkok untuk memecahbelah sesama anak bangsa.Demikian usulan ini kami buat untuk bisa menjadi bahan pertimbangan KPU RI dalam pelaksanaan debat calon Presiden yang akan datang.Wallahul Muwaffieq Ilaa Aqwamieth Thorieq Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Beijing, 28 Maret 2019

PENGURUS CABANG ISTIMEWA NAHDLATUL ULAMA TIONGKOK

Tertanda,

H. Imron Rosyadi, M.Si (Rais Syuriyah)

Su’udut Tasdiq, LL.M (Katib Syuriah)

Nurwidiyanto, M.Sc (Ketua Tanfidziyah)

Arif Taufiq Nurrhman Aziez, M.E. (Sekretaris Tanfidziyah)

Contact Person:

1. +6281385655990 (Rois Syuriah)2. +6285876131151 (Ketua Tanfidziyah)

pcinutiongkok

Leave a Reply

Next Post

PCINU Tiongkok terbitkan buku berjudul Islam, Indonesia dan China: Pergumulan Santri Indonesia di Tiongkok

Fri Mar 29 , 2019
Bagaimana Islam di Tiongkok? Benarkah menjalankan ritual keagamaan dilarang disana? Bagaimana perkembangan pendidikan, ekonomi dan saintek di Tiongkok? Dan bagaimana relasi antar masyarakat Indonesia dan Tiongkok saat ini? Insya Allah Pembaca akan mendapatkan jawabannya di buku ini. Buku yang berisi kumpulan tulisan dari sejumlah santri yang studi S1 hingga S3 […]